Rabu, 18 September 2013

JUDUL



Judul adalah bagian yang sangat penting dalam suatu artikel. Judul adalah kunci untuk kita menaklukkan minat pembaca. Judul yang spektakuler akan menarik minat kita untuk membaca artikel tersebut. Hal ini sama seperti kita membaca koran, dan hal pertama yang pasti kita baca adalah judul. Apabila judul tersebut menarik, pasti kita akan segera membaca artikel atau beritanya. Sama halnya saat kita akan menonton film di bioskop, hal pertama yang kita lakukan adalah membaca judul dan melihat posternya. Apabila sesuai dengan selera kita, kita pasti tak akan segan-segan membeli tiket untuk melihat film tersebut. 

Dalam kehidupan sehari-hari judul artikel, judul berita, dan judul film dapat diibaratkan seperti penampilan kita ("first looking"). Orang akan melihat kita, orang akan memperhatikan kita, dan bahkan orang juga akan mengabaikan kita berdasarkan penampilan awal kita. Ketika kita berpenampilan yang baik dan sesuai dengan tempat dan waktunya, maka orang akan memperhatikan kita dengan baik pula. Dan sebaliknya ketika penampilan kita tidak baik dan tidak sesuai dengan tempat dan waktunya maka kita akan diabaikan oleh orang-orang ketika kita berbicara. 

Banyak dari kita yang beranggapan bahwa "penampilan bukan segalanya, yang terpenting adalah isinya". Bukan salah memang, namun alangkah baiknya kalau pernyataan tersebut sedikit dirubah menjadi "penampilan itu segalanya, dan yang terpenting adalah isinya". Sebab, kita perlu ingat bahwa penampilan itu ibarat judul film dan yang kita bawakan atau kita sampaikan ibarat pesan-pesan yang terkandung dalam film. Ketika judul film sangat menarik namun tidak ada pesan yang kita dapat, maka film tersebut menjadi kurang sempurna. Begitu pula dengan judul film yang kurang menarik namun pesan dalam film sangat bagus, maka film tersebut akan kurang laku di pasaran. NAMUN, judul film yang spektakuler dan pesan yang menyentuh, akan menjadi trending topic di pasaran.

SEKIAN.

Written by :
Sasongko Kurniawan
5213100019
Keterampilan Interpersonal
SI-ITS-2013








Jumat, 13 September 2013

Mangkak

Banyak dari kita yang kurang memperhatikan akan penampilan kita. Sebuah fenomena umum sepertinya untuk kalangan pelajar. Seringkali masalah pakaian dikesampingkan, apalagi untuk pelajar yang tinggal jauh dari orang tua. Mereka yang tinggal jauh dari orang tua sering kali tidak mengurus akan pentingnya kebersihan (kebanyakan laki-laki). Baju-baju seringkali lama tidak dicuci, sehingga baju terlihat seperti lusuh tidak terawat. Warna baju yang semula cerah lama kelamaan menjadi kecoklatan atau keabu-abuan. Lalu, bagaimana solusi untuk memecahkan masalah tersebut? 

Sebuah pemikiran yang sedikit nyeleneh harus dilakukan, sebuah akal harus dipaksa keluar untuk mengatasi masalah seperti ini. Oke, mari kita pikirkan, bagaimana kalau kita memakai baju yang tidak akan terlihat lusuh walaupun tidak dicuci? apakah bisa demikian? BISA ! inilah jawabannya.


Tampak lusuh tidak akan terjadi lagi karena warna dari kaos semacam ini dapat menyembunyikannya. Coba kita pikirkan lagi, efektif bukan? Meskipun baju ini sudah lama tidak dicuci, tapi tetap saja baju ini akan nampak seperti sudah dicuci. 

Mungkin juga ini bisa dijadikan peluang bisnis bagi KITA KAMI (mamangkokom production) untuk menjadikan baju seperti ini menjadi trend di kalangan pelajar, khususnya mahasiswa. "Mangkak" diambil dari dua kata yang sangat bermakna, yakni maMANG dan koko(yang berarti kaKAK dalam bahasa cina).

SEKIAN dan TERIMA KASIH sudah membaca post yang sangat tidak jelas ini. Namun apabila anda berminat untuk memesan baju ini, atau bergabung dengan "mamangkokom production", silahkan hubungi 085785116xxx. 
#menengoKOM!

Kamis, 12 September 2013

All of Us



Surabaya adalah sebuah kota yang terbentuk dari dua kata yakni Sura dan Baya. Sura dan Baya adalah dua jenis hewan yang tempat hidupnya lebih banyak berada di air. Menurut legenda, dahulu Sura dan Baya adalah sahabat yang mengalami konflik dan akhirnya berujung pada perkelahian. Hal inilah mungkin yang mengakibatkan aliran air di Surabaya tidak kunjung bersih akibat perkelahian antara Sura dan Baya. TENTU TIDAK !!!

Surabaya memang dikenal dengan kota yang sangat sibuk, hingga cenderung mengesampingkan masalah lingkungan. Air tercemar sudah biasa, tapi kenapa? Kita sering melihat di daerah sungai lebih-lebih di kawasan sukolilo yang sungguh memilukan. Kita juga sering melihat banyak sampah yang masih menggenang di sungai-sungai. Sungguh memilukan. 

Mari kita pikirkan lebih dalam, apa penyebab dari semua ini dan siapa yang harus bertanggung jawab atas semua ini. Jawabannya adalah KITA. Kitalah yang menjadi penyebab tercemarnya air di sungai,  sikap acuh tak acuh dan tingginya ego dalam pikiran kitalah yang perlu diperbaiki. Kita juga yang harus bertanggung jawab atas semua ini. Bukan hanya pemerintah, bukan hanya petugas kebersihan, tapi KITA, ya "all of us".

Oleh sebab itu, mari kita ubah pola pikir kita, mari kita rendahkan ego dalam diri kita masing-masing dan buang jauh-jauh sikap acuh tak acuh dari diri kita. Karena dengan kerendahan hati kita bisa merubah segalanya, lebih baik.


Written by
Sasongko Kurniawan
SI-ITS 2013

Rabu, 11 September 2013

Apa Salahnya ?

Banyak diantara kita yang seringkali tidak menyadari akan maksud dari apa yang sedang kita lakukan. Kita hanya mengikuti apa yang biasa dilakukan orang-orang tanpa mengerti tujuan dari apa yang kita lakukan. Ibarat seekor ikan yang hanya berenang mengikuti air, dan ketika ikan tersebut terus mengikuti aliran air, ikan tersebut lama kelamaan akan mati karena tidak mendapat cukup oksigen. Sama halnya dengan kita yang tidak hanya mengikuti kebiasaan orang tanpa tahu maksud dan tujuannya. Kita akan mati atau tidak punya tujuan dalam hidup kita sama seperti ikan tersebut. 

Sebuah permasalahan rumit memang ketika kita akan melakukan perubahan-perubahan kecil untuk menantang arus. Akan ada banyak hujatan, ejekan, dan hinaan terhadap apa yang akan lakukan ketika apa yang kita lakukan tidak sesuai dengan kebiasaan orang-orang di sekitar kita. Tapi coba kita pikirkan kembali, apa salahnya ketika kita melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda? TIDAK ADA. Yang terpenting adalah selama kita tahu apa maksud dari yang kita lakukan. 

Banyak dari kita yang beranggapan bahwa ketika kita bersekolah hingga ke jenjang paling tinggi, kita akan lebih mudah mencapai kesuksesan. Tapi mari kita lihat dari sisi yang lain. Bagaimana dengan Bob Sadino? Bagaimana dengan bill gates? Apa mereka lulus sarjana? TIDAK. Tapi kenapa mereka bisa sukses?.......... Karena mereka tahu apa maksud dari yang mereka kerjakan. Mereka tahu mereka harus jadi apa. Dan pada akhirnya mereka memilih jalan yang berbeda dari apa yang bisa dilakukan orang-orang.

Jadi, mari kita pikirkan kembali apa maksud dari yang kita lakukan, dan beranilah mengambil langkah yang berbeda ketika apa yang sekarang sedang kita lakukan tidak sesuai dengan maksud dan tujuan kita. Karena tidak ada yang salah dengan apa yang kita lakukan selama apa yang kita lakukan mempunyai maksud dan tujuan.



Note :
Keterampilan Interpersonal
Sistem Informasi - ITS

Written by :
Sasongko Kurniawan
5213100019