Surabaya adalah sebuah kota yang terbentuk dari
dua kata yakni Sura dan Baya. Sura dan Baya adalah dua jenis hewan yang tempat
hidupnya lebih banyak berada di air. Menurut
legenda, dahulu Sura dan Baya adalah sahabat yang mengalami konflik dan
akhirnya berujung pada perkelahian. Hal
inilah mungkin yang mengakibatkan aliran air di Surabaya tidak kunjung bersih
akibat perkelahian antara Sura dan Baya. TENTU TIDAK !!!
Surabaya memang dikenal dengan kota yang sangat sibuk, hingga cenderung mengesampingkan masalah lingkungan. Air tercemar sudah biasa, tapi kenapa? Kita sering melihat di daerah sungai lebih-lebih di kawasan sukolilo yang sungguh memilukan. Kita juga sering melihat banyak sampah yang masih menggenang di sungai-sungai. Sungguh memilukan.
Mari kita pikirkan lebih dalam, apa penyebab dari semua ini dan siapa yang harus bertanggung jawab atas semua ini. Jawabannya adalah KITA. Kitalah yang menjadi penyebab tercemarnya air di sungai, sikap acuh tak acuh dan tingginya ego dalam pikiran kitalah yang perlu diperbaiki. Kita juga yang harus bertanggung jawab atas semua ini. Bukan hanya pemerintah, bukan hanya petugas kebersihan, tapi KITA, ya "all of us".
Oleh sebab itu, mari kita ubah pola pikir kita, mari kita rendahkan ego dalam diri kita masing-masing dan buang jauh-jauh sikap acuh tak acuh dari diri kita. Karena dengan kerendahan hati kita bisa merubah segalanya, lebih baik.
Written by
Sasongko Kurniawan
SI-ITS 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar