Sabtu, 09 November 2013

All out Attack, or, One out Attack ?


Sering di antara kita merasa bahwa kita tidak bisa menaklukkan sesuatu yang besar dengan kondisi kita sendiri. Rasa optimis dan positive thinking semakin berkurang jika kita melihat sesuatu yang besar di hadapan kita. “Sulit dan tidak mungkin”, itulah kata-kata yang sering kita ucapkan ketika kita melihat sebuah tantangan besar di hadapan kita. Padahal kita belum mencoba untuk melakukannya karena kita merasa pesimis dengan apa yang kita miliki. Namun, mari kita berpikir sejenak bahwa sesungguhnya apabila banyak orang yang berpikiran bahwa hal tersebut sulit dan tidak mungkin dilakukan, itu artinya bahwa tidak banyak orang yang mau melakukannya, sehingga apabila kita mencoba untuk melakukannya maka hal tersebut akan menjadi lebih mudah karena tidak ada saingan terhadap apa yang kita lakukan.

Passion dan motivasi untuk mencoba sesuatu adalah kunci pembuka kita terhadap pintu keberhasilan, selanjutnya adalah tinggal bagaimana cara kita membuka ppintu tersebut lebih lebar lagi. Kebersamaan serta kerjasama merupakan salah satu cara agar pintu keberhasilan tersebut semakin terbuka lebar. Dengan kerjasama dan kebersamaan, segala sesuatu akan terasa lebih mudah untuk dilakukan.



Coba kita bayangkan terhadap situasi pada gambar di atas dan posisikan diri kita pada tim di sebelah kiri. Mari kita renungkan bagaimana kita bisa mencetak gol dalam pertandingan bila mental para pemain seperti gambar tersebut. “All out attack” atau semua menyerang adalah instruksi yang diberikan kepada pelatih. Namun para pemain malah turun ke bawah dan hanya meninggalkan satu pemain di depan untuk menyerang. Keberuntungan dan keajaiban adalah harapan utama yang mungkin bisa dilakukan untuk bisa mencetak gol.

Melakukan sesuatu dengan sendiri akan terasa sangat sulit ketika kita tidak mendapat dukungan dari teman kita. Namun, apabila kita biisa bekerja sama DENGAN BAIK di dalam tim, maka lawan yang sesulit apapun atau segala sesuatu yang sesulit apapun akan terasa LEBIH MUDAH. "Bahwa tidak ada segala sesuatu yang tidak mungkin".   

Keterampilan Interpersonal
Sasongko Kurniawan
5213100019


Kamis, 07 November 2013

Bangun Pagi, dan Lebih Pagi, LAGI.



Banyak di antara kita yang sangat sulit untuk memulai membangunkan diri kita sendiri dari tidur yang lelap. Bangun pagi bukan lagi menjadi tradisi, khususnya untuk para mahasiswa. Padahal, bangun pagi hari selalu kita lakukan dari kecil hingga remaja, dari sd sampai sma. Namun, kegiatan “bangun pagi” sedikit demi sedikit mulai tertinggalkan dengan berbagai alasan, mulai dari karena begadang, kuliah siang, gak ada tugas, bla bla bla. Bangun pagi memang sangat sulit dan kita perlu membiasakan diri kita. Kita perlu merenungkan sejenak dan berpikir serta bertanya kepada diri kita. Terkadang kita juga merasa ada sesuatu yang menghalangi kita untuk bangun pagi, namun kita seperti tidak bisa melawannya.

Padahal, ketika kita sulit untuk bangun pagi, ada SHOLAT SUBUH yang tertinggalkan, dan apabila meninggalkan sholat subuh Allah Ta’ala akan menenggelamkannya kedalam neraka Jahannam selama 60 tahun hitungan akhirat. (1 tahun di akhirat =1000 tahun di dunia) maka sama halnya dengan disiksa selama 60000 tahun. “60000 tahun !”, “60000 tahun !”, “60000 tahun !”, “60000 tahun !”. Dan ketika kita meninggalkan subuh dengan tidur karena alasan duniawi, itu sama halnya dengan kita meninggalkan sholat dengan sengaja, dan orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja adalah orang kafir, dan orang kafir pasti masuk neraka.

Bukan niatan untuk menakut-nakuti, namun mari kita bangun kesadaran dalam kita sendiri agar menjadi orang yang lebih baik. lebih baik. lebih baik. Dan, lebih baik, LAGI.


KPP Install 1
Keterampilan Interpersonal 

Sasongko Kurniawan
5213100019